Penumpang Kapal Mutiara Sentosa 2 berusaha untuk menyelamatkan diri dari kobaran api, Minggu (2/8/2026).(FOTO:.Antara)

Kapal Terbakar Perairan Sumenep, Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 Bertahan di Haluan Hingga Lompat ke Laut

Kebakaran yang terjadi di tengah pelayaran memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur SAR dan kapal-kapal yang kebetulan berada di sekitar lokasi.

TIMES Sumenep,Minggu 2 Agustus 2026, 18:22 WIB
0
L
Lely Yuana

SURABAYAKepulan asap hitam membumbung tinggi di tengah perairan utara Pulau Burung, Sapudi, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026).

Di tengah kobaran api yang terus membesar, ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 berusaha menyelamatkan diri.

Sebagian bertahan di haluan kapal menunggu bantuan, sementara yang lain memilih melompat ke laut ketika situasi semakin tidak terkendali.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang berlayar dari Surabaya menuju Makassar itu mengangkut 271 orang, terdiri atas 232 penumpang dan 39 anak buah kapal (ABK).

Kebakaran yang terjadi di tengah pelayaran memicu operasi penyelamatan besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur SAR dan kapal-kapal yang kebetulan berada di sekitar lokasi.

Hingga pukul 16.00 WIB, Kantor SAR Surabaya mencatat lima orang meninggal dunia. Sebanyak 225 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan 41 lainnya masih dalam proses pencarian.

Korban yang berhasil diselamatkan maupun yang meninggal dunia dievakuasi menggunakan sejumlah kapal, di antaranya Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, Transco Arafura, Meratus Project 3, Prakarsa Mas, dan SC Aila XVII.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengatakan proses evakuasi berlangsung bertahap sejak pagi. Pada tahap awal, puluhan penumpang masih terjebak di atas kapal.

"Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi," ujar Didit kepada awak media, Minggu (2/8/2026).

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, turut menjelaskan perusahaan pelayaran pertama kali menerima laporan dari nakhoda sekitar pukul 06.00 WIB. Namun setelah laporan awal tersebut, komunikasi dengan nakhoda terputus.

"Setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali," kata Nanang seperti dikutip dari Antara.

Informasi resmi mengenai insiden itu kemudian diterima Kantor SAR Surabaya dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB.

Tim SAR segera berkoordinasi untuk memastikan posisi kapal sekaligus mengerahkan unsur-unsur penyelamat menuju lokasi.

Sekitar pukul 09.45 WIB, Kapal Meratus Project 3 melaporkan posisi KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi. Namun kapal tersebut tidak dapat merapat karena sedang mengangkut muatan yang mudah terbakar.

Saat itu, sebagian badan kapal telah dilalap api. Para penumpang terlihat berkumpul di anjungan dan haluan kapal sambil menanti pertolongan.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 10.20 WIB, situasi berubah semakin kritis. Sejumlah penumpang memutuskan melompat ke laut untuk menghindari kobaran api yang terus membesar.

"Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi ada empat kapal yang merapat," demikian keterangan Nanang dalam laporan Kantor SAR Surabaya.

Di saat kapal-kapal sekitar berupaya memberikan pertolongan pertama, Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi bergerak menuju lokasi.

Kantor SAR Surabaya memperkirakan kapal tersebut membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mencapai titik kejadian.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan seluruh sumber daya difokuskan untuk menyelamatkan penumpang dan awak kapal.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama.

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sebagai bagian dari operasi penanganan, Ditjen Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 ke lokasi kejadian.

Distrik Navigasi juga menyiapkan KN Masalembo untuk memperkuat proses evakuasi apabila dibutuhkan.

Hingga Minggu sore, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Tim gabungan terus menyisir perairan sekitar lokasi kebakaran untuk menemukan puluhan penumpang yang belum berhasil dievakuasi, sembari memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Sebagai informasi, KMP Mutiara Sentosa 2 merupakan kapal Ro-Ro penumpang dan kargo yang dibuat pada tahun 1992. Kapal berbendera Indonesia ini memiliki panjang 160 meter. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sumenep, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.