Warga Keluhkan Listrik Padam Dua Hari di Pulau Raas saat Ramadan
TIMES Sumenep/Gardu listrik PLTD Kepulauan Raas. (Foto: Dok. Warga)

Warga Keluhkan Listrik Padam Dua Hari di Pulau Raas saat Ramadan

Masyarakat kepulauan membutuhkan layanan listrik yang stabil, terutama pada bulan Ramadan ketika aktivitas malam meningkat.

TIMES Sumenep,Sabtu 21 Februari 2026, 22:43 WIB
160
H
Hainor Rahman

SUMENEPPemadaman listrik kembali terjadi di Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, selama dua hari terakhir pada bulan Ramadan 2026. Listrik dilaporkan padam setelah waktu Magrib hingga tengah malam bahkan menjelang pagi.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena terjadi pada jam-jam pelaksanaan ibadah malam Ramadan.

Arsil Adhim, Warga Desa Karangnangka, mengatakan pemadaman berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya.

“Dua hari ini listrik mati tanpa adanya kendala yang jelas. Matinya pas setelah shalat Magrib sampai tengah malam bahkan sampai pagi,” ujar Arsil, Sabtu (21/2/2026) kepada TIMES Indonesia.

Menurutnya, pemadaman di malam hari berdampak langsung pada aktivitas warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

“Apalagi pas hari puasa, masyarakat banyak yang mengeluh karena malam sangat dibutuhkan untuk kegiatan shalat Tarawih, tadarus, dan persiapan sahur,” katanya.

Ia menyebut, kondisi serupa kerap terjadi setiap bulan Ramadan. Alasan yang sering disampaikan, kata Arsil, berkaitan dengan keterbatasan mesin pembangkit listrik.

“Sudah menjadi kebiasaan pada saat bulan Ramadan, dengan alasan mesin tidak kuat,” ujarnya.

Arsil berharap ada kejelasan informasi terkait penyebab pemadaman serta kepastian agar pasokan listrik kembali normal selama Ramadan.

“Kadang ada pemberitahuan, kadang tidak ada. Sementara dua malam ini tidak ada pemberitahuan, pas setelah shalat Magrib langsung mati,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sumenep Dapil VII Komisi I, Saipur Rahman, menyatakan telah menerima informasi terkait pemadaman listrik di Pulau Raas.

Ia mengatakan masyarakat kepulauan membutuhkan layanan listrik yang stabil, terutama pada bulan Ramadan ketika aktivitas malam meningkat.

“Di satu sisi kita dorong PLTD Raas agar memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Raas, apalagi ini bulan Ramadan di mana kebutuhan listrik meningkat pada malam hari,” ujarnya.

Saipur juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Pulau Raas yang tetap menunjukkan kepedulian terhadap kondisi kelistrikan di wilayahnya.

“Di sisi lain, kita juga mengapresiasi masyarakat yang ikut perhatian terhadap PTD Raas. Artinya masyarakat tidak hanya mengeluh, tetapi juga peduli dan berharap ada perbaikan,” katanya.

Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan pihak PLTD dapat ditingkatkan agar setiap gangguan yang terjadi dapat disampaikan secara terbuka.

“Kita berharap ada transparansi informasi. Jika memang ada kendala teknis, sebaiknya disampaikan agar masyarakat memahami situasinya,” ujarnya.

Hingga berita ini tayang, pihak PLTD Raas belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pemadaman listrik selama dua hari terakhir di Pulau Raas. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan TIMES Indonesia kepada pihak PLTD belum mendapatkan respons. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hainor Rahman
|
Editor:Hainorrahman

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sumenep, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.