https://sumenep.times.co.id/
Berita

Mahkamah Agung Venezuela Tetapkan Presiden Sementara Usai Maduro Ditangkap AS

Minggu, 04 Januari 2026 - 14:14
Wakil Presiden Delcy Rodríguez Ditunjuk sebagai Presiden Sementara Venezuela Wakil Presiden Delcy Rodríguez mengambil alih jabatan presiden Venezuela menyusul penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat.

TIMES SUMENEP, JAKARTA – Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk mengambil alih jabatan presiden sementara menyusul penculikan Presiden Nicolas Maduro. Keputusan tersebut dibacakan Ketua Kamar Konstitusional, Caryslia Beatriz Rodríguez, dalam sidang resmi.

Dalam putusannya, Mahkamah Agung menilai situasi yang terjadi merupakan keadaan luar biasa yang membuat Presiden Maduro tidak dapat menjalankan tugas konstitusionalnya. Oleh karena itu, seluruh kewenangan presiden untuk sementara dialihkan kepada Wakil Presiden guna menjamin keberlangsungan pemerintahan dan pertahanan negara.

Pengadilan menyatakan kondisi tersebut termasuk keadaan kahar yang meski tidak diatur secara eksplisit dalam konstitusi, namun berpotensi mengancam stabilitas nasional, keamanan negara, dan kesinambungan administrasi pemerintahan. Atas dasar itu, Mahkamah Agung menetapkan langkah perlindungan darurat dan preventif.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah melancarkan operasi militer terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Maduro akan diadili di Amerika Serikat.

Merespons situasi tersebut, pemerintah Venezuela menyatakan akan membawa kasus ini ke berbagai forum internasional dan meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB. Rusia juga menyatakan keprihatinan mendalam serta menyerukan pembebasan Maduro dan penghentian ekalasi.

PBB: Ini Preseden Berbahaya

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres turut menyampaikan kekhawatiran atas tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela. PBB menilai langkah tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya dan mendesak semua pihak untuk menghormati hukum internasional, HAM, serta menyelesaikan konflik melalui dialog inklusif.

"Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh - oleh semua pihak - terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," kata Dujarric melalui pernyataan. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Sumenep just now

Welcome to TIMES Sumenep

TIMES Sumenep is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.